Syajaratul Ma’arif Bagian 4: Hukum-Hukum yang Berhubungan dengan Hati dan Tubuh

 
Syajaratul Ma’arif Bagian 4: Hukum-Hukum yang Berhubungan dengan Hati dan Tubuh

LADUNI.ID, Jakarta - Tulisan ini adalah kelanjutan isi dari kitab Syajaratul Ma’arif Bagian 3: Yang Dicakup Hati pada Sifat dan Akhlak, karangan Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam. Pada tulisan kali ini, membahas tentang “Hukum-hukum yang Berhubungan dengan Hati dan Anggota Tubuh”.

Pada beberapa hukum tersebut, ada perbuatan yang secara hukum diperintahkan, ada perbuatan yang secara hukum dilarang, kemudian ada pula perbuatan yang hukumnya diampuni dan sebagainya.

Oleh sebab itu, kami sajikan kitab Syajaratul Ma’arif bagian 4 ke sidang pembaca. Selamat membaca.

***

Pekerjaan hati dan organ tubuh itu banyak ragamnya:

1. Adalah yang ma’murat (yang diperintahkan) seperti ilmu pengetahuan (irfan) dan ihsan.

2. Al-Manhiyyat (Yang dilarang), seperti kufur dan pembangkangan.

3. Al-Mafuwat (yang diampuni), seperti lupa dan salah tanpa sengaja.

4, Al-Mubahat, seperti, makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lain-lain dari hal-hal yang dizinkan Tuhan dan dibolehkan oleh Sang Maha Rahman.

Pekerjaan itu ada dua jenis:

1. Yang bisa dilakukan dengan kemampuan yang baru.

2. Yang tidak mungkin diperoleh kecuali dengan mencapai sebab sebabnya, seperti: sikap kasih dan sayang, benci, hina, demikian pula rasa takut, harapan, santun, malu, sedih, dan tangis. Ini semua tidak akan mungkin dicapai kecuali dengan menghadirkan sebab-sebabnya.

Demikian pula halnya dengan hal-hal yang dilarang, seperti lalai, lupa yang tidak mungkin bisa dicegah kecuali dengan meninggalkan sebab-sebabnya.

***

Itulah isi terjemahan dari kitab Syajaratul Ma’arif Bagian 4. Dengan pengetahuan melalui kajian salah satu kitab tasawuf ini, diharapkan pembaca dapat berenung dan mengambil hikmah bahwa di setiap perbuatan pasti akan ada hukumnya.

Semoga bermanfaat.(*)

___________________________________
Sumber: Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam. Syajaratul Ma’arif Tangga Menuju Ihsan, penj. Samson Rahman. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2020.
Editor: Muhammad Mihrob