DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Bulan Ramadhan tahun ini telah memasuki sepuluh hari terakhir. Fase ini merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Pada hakikatnya Lailatul Qadr tidak bisa didefinisikan kalau tanda-tandanya ada, mengenai waktunya ulama' khilaf, dalam satu riwayat, pada hari-hari ganjil,
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan fase paling istimewa dalam perjalanan ibadah seorang muslim. Pada malam-malam tersebut terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Selama 11 bulan pencernaan tidak pernah dibersihkan. Dengan puasa Ramadhan, maka akan bersih kembali.
Setiap memasuki bulan Ramadhan, ruang publik dipenuhi berbagai tajuk kesehatan. Televisi menghadirkan dokter dan pakar gizi, portal berita memuat artikel ilmiah populer, sementara media sosial diramaikan testimoni tentang berat badan yang turun selama 30 hari berpuasa.
uasa bukan sekadar tradisi, melainkan kewajiban yang memiliki tujuan spiritual: membentuk ketakwaan. Namun, di tengah realitas kehidupan, muncul pertanyaan yang sering diperbincangkan
Ramadhan sering dipahami sebagai bulan keteguhan menahan lapar dan dahaga. Namun dalam satu peristiwa safar yang sangat panas, Rasulullah SAW justru memuji pilihan berbuka. Sabda beliau singkat, tetapi sarat makna: orang-orang yang berbuka hari itu “pergi dengan pahala
Setiap tahun, umat Islam memasuki satu fase waktu yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Ramadhan bukan sekadar perubahan kalender hijriah, melainkan perubahan atmosfer spiritual. Bulan ini menghadirkan peningkatan ritme ibadah, penguatan kesadaran, serta pembaruan harapan.
Setiap pembicaraan puasa Ramadhan dipastikan ayat al-Qur’an yang dibaca adalah surat al-Baqarah 183.
Syariat Islam juga dibangun di atas prinsip kemudahan dan tidak memberatkan. Ketika seseorang tidak lagi mampu menjalankan puasa karena sebab-sebab tertentu, Islam tidak menutup pintu kewajiban begitu saja, tetapi mengaturnya dalam bentuk pengganti, qadha atau fidyah.