INFAK / SEDEKAH/ DONASI/ SUMBANGAN untuk LADUNI.ID

Seluruh dana yang terkumpul untuk operasional dan pengembangan portal dakwah Islam ini

Sosial Budaya

 

Refleksi Sikap Politik Sahabat Nabi

Diam terkadang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah, karena terlalu reaktif walaupun niatnya baik, malah akan menambah rumit sebuah persoalan, apalagi yang berseteru keduanya sama-sama orang yang kita hormati, bisa keluarga, guru atau atasan  sendiri.

Filosofi Makna Guru “Digugu lan Ditiru”

Pada dasarnya, dalam budaya Jawa, guru memiliki makna yang sangat dalam dan penuh filosofi. Kata “guru” merupakan akronim dari dua kata, yaitu “digugu” dan “ditiru”. Makna ini menggambarkan posisi seorang guru yang tidak hanya dihormati karena ilmunya, tetapi juga diteladani dalam sikap dan perilakunya.

Aktualisasi Pendekatan Dakwah Model Walisongo dalam Konteks Kekinian

Pendekatan dakwah Walisongo yang mengedepankan adaptasi budaya dan kedekatan dengan masyarakat tetap relevan untuk diterapkan dalam konteks kekinian. Dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, dakwah harus mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan esensi ajaran Islam.

Membaca Ulang Gus Im (3/3): Menimbang Soeharto dan Memahami Gus Dur

Tulisan ini merupakan bagian ketiga atau terakhir dari wawancara langka Hasyim Wahid dengan Budiarto Danujaya, dimuat Kompas, 28 Mei 2000.

Membaca Ulang Gus Im (2/3): Nepotisme, Mobilitas Sosial, dan Krisis Kaderisasi Bangsa

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari wawancara langka Hasyim Wahid dengan Budiarto Danujaya, dimuat Kompas, 28 Mei 2000.

Membaca Ulang Gus Im (1/3): Antara Intel, Musik Metal, dan Politik Abu-Abu

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari wawancara langka Hasyim Wahid dengan Budiarto Danujaya, dimuat Kompas, 28 Mei 2000.

Memanfaatkan Masa Muda dengan Bijak

Masa Muda (الشباب) adalah waktu puncak energi, ide, dan semangat dalam hidup seseorang. Namun, di dalam syair di atas juga tersirat penegasan seakan pemuda sering kali kehilangan arah karena kelebihan energi yang tidak terkontrol.

Inspirasi Sumpah Pemuda dalam Pandangan KH. Maimoen Zubair

Perspektif Mbah Moen mengenai peran pemuda dalam memperjuangkan agama, bangsa, dan negara memberikan inspirasi tersendiri dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Menariknya, hal itu tidak bisa terlepas dari latar belakang kelahiran beliau yang bertepatan pada tanggal 28 Oktober 1928.

Amanat Menteri Agama pada Hari Santri 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Santri hari ini tidak bisa lagi dikesankan sekadar penjaga surau semata, tetapi pengawal nurani bangsa, bahkan warga dunia yang seolah hari-hari ini sedang kehilangan arah.

Mengurai Panca Kesadaran Santri

Lima kesadaran santri itu adalah: (1) Kesadaran beragama, (2) Kesadaran berilmu, (3) Kesadaran berorganisasi, (4) Kesadaran bermasyarakat, dan (5) Kesadaran berbangsa dan bernegara.

Menampilkan 1 - 10 dari 802 Sosial Budaya