DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di dunia travel “besi berjalan” terkadang juga kerap terjadinya “perampokan” terhadap penumpang yang tidak sewajarnya, ini biasanya dilakukan terhadap “tamu” yang dianggap berduit, padahal terkadang masyarakat biasanya
Banyak keutamaan yang terkandung di dalam bacaan ratib. Khusus Ratib Al-Atthas, keutamaan-keutamaan yang bisa didapat bagi yang mengamalkannya diterangkan di dalam Kitab Al-Qirthas Syarah Ratib Al-Atthas karya Sayyid ‘Ali Hasan bin Abdillah Al-Atthas.
Karena itu, bolehlah kita memuliakan tokoh dari luar kampung, tapi jangan pernah melupakan jasa ustadz-ustadz di lingkungan kampung kita. Diakui atau tidak, secara tidak langsung mereka itu adalah pilar-pilar Islam yang ada di dalam lingkungan.
Manakala kebersamaan tegak dan kokoh, diyakini segala manuver provokator bisa diredam bersama. Sebab, kebersamaan mensakralkan kebhinnekaan. Kebersamaan senantiasa memikirkan setiap tindakan, apakah akan merusak diri sendiri atau masyarakat luas.
Salah satu yang paling kami ingat dari Syekh Wahbah Az-Zuhaili adalah, bahwa beliau sangat mencintai muridnya dan mempunyai kedisiplinan yang sangat tinggi. Beliau tidak pernah libur mengaji kecuali ketika ada keperluan safar (bepergian).
Kita harus paham, bahwa yang menjadi tolak ukur dalam dakwah bukanlah keras atau lunak, tegas atau tidak. Selama itu merupakan kebenaran dan kebaikan yang disampaikan dengan cara yang baik dan benar pula, maka bungkus dan kemasan tak akan pernah mempengaruhi.
“Amal dan niat sholeh akan menyebabkan timbulnya kewibawaan pada diri seseorang. Ia akan tampak beda dengan orang lain, ucapannya didengar dan bermanfaat. Sebaliknya, amal dan niat buruk akan menyebabkan pelakunya diselimuti kegelapan.”
Meskipun Guru Sekumpul telah wafat pada 5 Rajab 1426 Hijriyah, tapi cinta para jamaah kepada beliau tidak pernah memudar. Bahkan, magnet spiritualnya semakin kuat, menarik jutaan orang untuk hadir di haul ini setiap tahunnya.
Pelaksanaan Haul KH. Zubair Dahlan biasanya dimulai selepas shalat Ashar. Ribuan jamaah dengan penuh kekhusyukan mengikuti pembacaan surat Yasin, Tahlil, dan doa-doa yang dipanjatkan untuk kebaikan umat Islam dan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum KH. Zubair Dahlan.
“Belajarlah menjadi dermawan sejak kamu masih miskin, karena saat sudah kaya, belum tentu kamu mampu bersedekah.”
Dalam studi Islam, Ibadah qurban merupakan ajaran yang hampir menyatu dari segi waktu dan pelaksanaan ibadah haji. Namun, yang membedakan terdapat pada tempat dan pelakunya.
Karena keikhlasan dan ketulusan cinta pengarang Maulid Simtudduror, banyak yang merasa seakan orang yang membacanya mendapatkan satu ketenangan dan rasa rindu atau syauq yang mendalam pada Nabi Muhammad SAW.
Selama NU dipimpin oleh orang-orang yang mukhlis dan tetap konsisten dengan tujuan didirikannya, insyaa Allah NU akan selamanya menjadi ormas terbesar di Indonesia dan akan tetap berjaya ila yaum-il qiyamah.
Sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri, pesantren memiliki tradisi keilmuannya yang berbeda dari tradisi keilmuan lembaga-lembaga lain.
Bagi Gus Dur, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama. Pesantren adalah benteng moral bangsa, tempat lahirnya para intelektual yang berjiwa sosial, para pemimpin yang mengakar di tengah rakyat, dan ruang yang menjaga kesinambungan tradisi Islam Nusantara yang damai.
Dalam ijazah kitab Taujihun Nabih yang diberikan oleh Habib Umar kepada Gus Baha terdapat catatan yang ditulis langsung oleh Habib Umar, khusus ditujukan untuk Gus Baha.
Menilai pesantren hanya dari sisi-sisi yang mencolok di permukaan adalah bentuk ketergesaan. Pesantren adalah lembaga yang melahirkan ulama, intelektual, pemimpin daerah, bahkan tokoh bangsa, yang ditempa melalui disiplin, ilmu, adab dan keikhlasan.
NU bukanlah organisasi politik praktis yang menjanjikan apa-apa kepada para pengurusnya melainkan perkumpulan perjuangan yang terkait oleh cita-cita bersama, bukan oleh kepentingan bersama.
Belakangan saya mengingat satu cerita unik tentang cara Kyai Bisri Mustofa “mendamaikan” para pemimpin NU yang sedang berpolemik tempo hari di zaman beliau.
Kisah mengenai Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu menarik untuk disimak. Kisah keteladanan dan berbagai hal tentangnya terasa tidak pernah habis ditelan zaman.
Suatu ketika, seorang wanita datang kepada Aisyah r.ha. Ketika itu Aisyah r.ha memberikan tiga butir kurma kepada wanita tersebut. Lalu dengan penuh kasih, wanita itu memberikan masing-masing satu butir kurma kepada kedua anaknya, sementara ia menyimpan satu butir untuk dirinya sendiri.