Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Pesantren Lirboyo Kediri
✓ Terverifikasi Tim Riset

Pesantren Lirboyo Kediri

90.420 kali dibaca · Pesantren

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Profil
Lirboyo, adalah nama sebuah desa yang digunakan oleh KH. Abdul Karim menjadi nama Pondok Pesantren. Terletak di barat Sungai Brantas, di Lembah Gunung Willis, Kota Kediri. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan erat dengan kepindahan dan menetapnya KH. Abdul Karim ke Desa Lirboyo tahun 1910 M.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan dalam peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Pondok Pesantren Lirboyo ikut berperan dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang sholeh keagamaan, sekaligus sholeh sosial.

Pendiri
KH. Abdul Karim

Pengasuh
1. KH. Abdul Karim
2. KH. Marzuqi Dahlan
3. KH. Mahrus Aly
4. KH. Idris Marzuki
5. KH. Kafabihi
6. KH. Imam Yahya Mahrus
7. KH. M. Anwar Manshur

Pendidikan
Pendidikan Formal

1. MI 
2. MTs
3. MA
4. Ma'had Aly

Pendidikan Non Formal
Secara umum ada tiga pokok ciri pendidikan dalam pesantren manapun, termasuk yang berlaku di Pondok Pesantren Lirboyo. Ketiganya adalah:
1. Ta’lim – pemberian bekal serta pengajaran dan pengarahan pengetahuan ilmu-ilmu syariat (an sich), baik berupa ilmu alat (bahasa) guna membaca teks/nash dan juga pengajaran ilmu fiqih, tafsir wa ulumuh, hadis wa ulumuh, dll.
2. Tarbiyah – berupa pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan kepribadian dan sikap mental.
3. Ta’dib – pembinaan intuisi, berupa moral dan estetika guna meningkatkan martabat kemanusiaan. Pesantren mendidik santri menjadi manusia yang sholeh keagamaan juga sholeh sosial.

Kalender pendidikan Pondok Pesantren Lirboyo sendiri di setiap tahunnya berlangsung penuh sepanjang tahun, dengan tahun ajaran pendidikan menggunakan penanggalan Hijriah. Terbagi menjadi 2 pembekalan materi
1. Wajib Belajar (Madrasah)
2. Pengajian Kitab.

Teknis pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo menerapkan 2 sistem pendidikan yang berjalan berdampingan dan padu;
1. Classical (madrasah/sekolah) diterapkan sebagai pembelajaran wajib yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri dalam menyerap dan memahami keilmuan yang diberikan. Bersifat wajib bagi santri-santri dengan mata pelajaran yang telah dibakukan sebagai tingkatan-tingakatan pembelajaran. Dimulai pada pertengahan bulan Syawal sampai pada akhir bulan Rajab di setiap tahunnya. Dengan masa libur 2 kali dalam 1 tahun yakni 10 hari pada bulan Maulid dan 30 hari di bulan Ramadlan.
2. Tradisional (Pengajian Kitab) berupa pengajian bandongan, sorogan, diskusi/musyawarah pendalaman masalah teks keagamaan dan bahtsul masail dengan kupas problema keagamanan terkini.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+